Rabu, 22 Desember 2010

Untukmu, duhai waktu

Tiada duka yang abadi didunia
Tiada sepi merantaimu selamanya
Malam ‘kan berakhir, hari ‘kan berganti
Takdir hidup ‘kan dijalani

Tangis dan tawa nyanyian yang mengiring
Hati yang rindu tanda cinta dijalan-Mu
Namun ku percaya hati meyakini
Semua akan indah pada akhirnya

Andai bisa ku mengulang
Waktu hilang dan terbuang
Andai bisa perbaiki segala yang terjadi
Tapi waktu tak berhenti
Tapi detik tak kembali
Harap ampunkan hamba-Mu ini

Waktu berputar rebulan dan matahari
Bunga yang mekar akan layu akan mati
Malam ‘kan berakhir, hari ‘kan berganti
Takdir hidup ‘kan dijalani

Andai bisa ku mengulang
Waktu hilang dan terbuang
Andai bisa perbaiki segala yang terjadi
Tapi waktu tak berhenti
Tapi detik tak kembali
Harap ampunkan hamba-Mu ini

Andai bisa ku mengulang
Waktu hilang dan terbuang
Andai bisa perbaiki segala yang terjadi
Tapi waktu tak berhenti
Tapi detik tak kembali
Harap ampunkan hamba-Mu ini
Harap ampunkan hamba-Mu ini


"Tiada duka yang abadi"
-Opick-

Sempat terpaku sejenak dari rutinitas kerja ketika mendengar lantunan ini, untuk kesekian kalinya menghabiskan malam dengan setumpuk pekerjaan dan ilmu-ilmu indah di heningnya gedung asri ini,
Otakku tercekat sesaat
waktu..
seberapa optimalkah diri ini memanfaatkanmu?


@Desa Rasamala
German Centre, 9.00 PM

2 komentar:

Khairul Umam mengatakan...

kirain puisi buatan ina, ga taunya lagunya si opick :)
hehehehehehehehehehehehehe
pantas kok banyak pengulangan -.-"

Marina Fauzia mengatakan...

:D
nice song rul, hayoookk irul,,skali2 dengerin nasyid, ^_^V
tambah list baru di genre favorite songnya