Jumat, 25 November 2016

Cinta buku 1

Diposkan oleh Marina Fauzia di 17.57
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Semakin banyak baca, semakin kamu merasa banyak khilaf, semakin kamu merasa bodoh dan terlalu bodoh, semakin merasa menyesaknya dada karena teringat dosa dan tidak berdayanya diri mengelola waktu dan memanfaatkan usia muda.

Semakin banyak kata per kata yang masuk kedalam akal dan hati, semakin lemah rasanya meneruskan kata selanjutnya.

Pernahkah kamu merasa begitu?

Ah Rabb, kemana saja aku selama ini 🙀

Kamis, 24 November 2016

Menunggu sore tiba

Diposkan oleh Marina Fauzia di 13.14
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Belakangan ini, hampir setiap hari, selalu menunggu sore tiba. Berharap segera pulang, dan memikirkan hal lain selain pekerjaan.

Padahal pekerjaan ini sesuatu yang sangat menantang, mengcreate rotasi penerbangan, membuat jadwal keliling dunia, bermain dengan istilah2 asing yg tak pernah ditemukan semasa kuliah. Ya, padahal dunia penerbangan ini cukup menarik.

Tapi, apa ya, aku selalu ingin pulang, ingin cepat sampai rumah, bercanda dengan dia, memasak menu2 unik, menikmati merapihkan rumah, menata dekorasi rumah, membaca setumpuk buku, berangkat ke pengajian, berbelanja bahan di tanah abang, menjahit, menonton drama korea, berjualan online, hal hal lain yang waktunya sudah kuhabiskan didepan komputer ini

Ahh, kenapa ya,
aku rindu dengan sore, sudah kangen menikmati bahagia lain, yg tak ada disini..

🌷

Rabu, 27 April 2016

Menjemput Pagi - PART 1

Diposkan oleh Marina Fauzia di 18.31
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Cerita Bersambung,
"Menjemput Pagi"
Part 1

***

Alya mengayuh sepedanya lebih kuat. Ada getaran luar biasa hebat yg bergemuruh dihatinya. Ia ingin segera sampai ke Rumah. Menyampaikan kabar gembira ini kpd ibunya. Bahwa dirinya, diterima scholarship keluar negeri. Senyumnya tak mau berhenti merekah. Ia berbunga.
***

Bumi menjadi semakin basah, hujan terus saja jatuh. sirami semua yang mengering, sepertinya ia sedang asik menari-nari bersama bumi. Alya enggan mengganggunya, ia memilih tenang pandangi mereka, mesra.

"Alya, mandi dulu nak. Hari sudah semakin sore". Lamunannya terhenti dgn sapaan ibunya. Alya sebetulnya enggan beranjak. Ia sedang nikmati pertunjukkan Sang Pencipta yang begitu mengagumkan.
" Bu, ayah kapan pulang?". Pertanyaan ituu terlontar begitu saja. Persis, setiap ia melihat hujan, setiap ituu pula ia merindukan ayahnya. Ayah yg ia dan ibunya tahu, sedang pergi merantau ke negeri orang. Menjemput rezeki, untuk ia dan ibunya.
"Kita sama-sama tunggu ayah ya Sayang". Alya mengangguk, lama ia menunggu ayahnya pulang. Saat hujan pertama membasahi seragam sekolahnya. Saat hujan pertama mengguyur ayah Dan dirinya. Mengayuh sepeda dengan kencang untuk bergegas pulang. Bergegas sampai Rumah. Saat ayahnya menjadi pahlawan pertamanya dari rinai hujan. Saat ia masih di sekolah dasar.

Alya berhenti melamun. Matanya nanar. Tangannya tergenggam erat, menggamit sebuah kertas. " Surat pengajuan beasiswa luar negeri, pendidikan Sarjana".
***

Menjemput Pagi.
-Marina Fauzia-

Senin, 05 Januari 2015

Mengintip langit

Diposkan oleh Marina Fauzia di 17.58
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Sore mendung,
Aku memandangmu pekat, diantara gumpalan awan itu, kamu tersenyum tipis, samar, antara abu dan kelabu.

Tak begitu pasti, seberapa jauh jarakku saat itu. Antara senja dan jumawa, aku prediksi, kamu berada di pusaran asa.

Kembali ku berkutat dgn imaji yg tak henti menari, kudapati kamu sekarang menjauh pergi. Mataku mencari disekat-sekat langit, dibalik bangunan tua, diantara gumpalan awan yg semakin tebal dan mengabu..

Tik...
Air mata langit sudah turun basahi bumi,
dan kamu, semakin jauh pergi

***

Mataharinya ngilang ketutup awan, makin pergi karena ujan...
#senengBangetLiatLangit
#DiBis
#OtwPulang

SalamSenyum
Ina.

Senin, 15 Desember 2014

Tertahan

Diposkan oleh Marina Fauzia di 14.22
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Dear my liliput,

How come?
semua nya jadi serba tertahan sekarang. Semenjak saya bermimpi jadi muslimah yg bisa aktualisasi diri di dunia usaha, berangan2 punya usaha craft, punya cita2 bisa bantu masyarakat sekitar dg crafting, ditambah kepingin optimal ibadah dn dakwah, sekarang pikirannya jd ga maksimal dikerjaan. Apa2 jd serba jenuh. Andai waktunya bisa dimanfaatkan utk ini dan itu. Jdinya smua serba setengah hati, tertahan disini.

So, what a got to do my lili..
Ini menyesakkan. Rizki itu bukan dikantor ini aja kan, bumi Alloh luas, tapi..kalo sy resign tanpa punya planning yg oke utk bisnis kedepan, apa itu bukan gegabah ya namanya. Ah, ini kenapa jd sangat tertahan.

Any idea my lili?
utk menahan passion yg sangat membuncah ini..

Jumat, 01 November 2013

Belitung, I'm in Love

Diposkan oleh Marina Fauzia di 17.53
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Welcome to Belitong

Pulau Burong
Alhamdulillah, tahun 2013 ini kami diberikan rezeki dan keluangan waktu oleh Alloh azza wa jalla untuk ber-tafakur alam. 

Awalnya saya dan suami sedang mencari objek wisata yang indah di Indonesia, saat itu terdapat beberapa pilihan yaitu Bali, Lombok, Danau Toba, atau Belitung.  Saat itu Bali dan Lombok kami blacklist karena mungkin tempat itu sudah umum dan banyak bule-bule ndak pakai baju disana hehe.., kemudian pencarian kami berlanjut ke Danau Toba, hmm..saat itu kami sangat tertarik, pemandangannya bagus, udaranya nampak sangat sejuk, tetapi ketika melihat pantai indah di kepulauan ujung Indonesia- kami langsung jatuh hati.


Yap, Belitung adalah salah satu kepulauan Indonesia yang pesisir pantai-nya memiliki kecantikan yang luar biasa. Kalo tidak salah, dulu itu Belitung masuk ke wilayah Pulau Sumatera, kemudian memisahkan diri menjadi Kepulauan Bangka-Belitung (BABEL), dan kini memisahkan diri kembali dengan Bangka menjadi Provinsi Belitung.

Pantai Tanjung Tinggi -Lokasi syuting Film Laskar Pelangi
Keindahan pantai Belitung mulai dipopulerkan lewat Film "Laskar Pelangi" garapan MILES Production. nah, dari situ lah Belitung mulai banyak dilirik sebagai salah satu objek wisata keluarga maupun pasangan, kata orang sana sih begitu ^^

Pantai Tanjung Tinggi
Jumat pagi yang indah kami tiba disana, Alhamdulillah dapat tiket gratis dari Garuda Indonesia (makasih ya) jadi hanya memikirkan akomodasi dan konsumsi disana, hihi ^^ (Alhamdulillah)

Saat travelling, kami menggunakan jasa agen perjalanan dari Belitungisland.com untuk memandu wisata kami. Kesan kami dengan agen perjalanan ini sangat menyenangkan, tak perlu memikirkan apa-apa lagi karena semuanya sudah dilayani dengan baik oleh Belitungisland.com, antara harga dan pelayanan alhamdulillah memuaskan.

Setibanya kami di Bandar Udara HAS Hananjuddin Tanjung Pandan, kami disambut oleh Kang Asep tour guide Belitungisland.com, orangnya ramah dan helpfull. Gambaran suasana di Belitung saat pertama kali melihat sekitarnya adalah kota kecil yang sederhana, rumah-rumah beratapkan seng, jalanan yang tak ramai, pusat perbelanjaan yang tradisional, warga yang ramah, suasana yang sepi. Menenangkan. 
***
Main sepeda di area pantai BelitungIsland.com
Hari pertama kami disana, disambut dengan semilir angin pantai yang sejuk walaupun saat itu cuaca agak mendung tapi kami menikmatinya, tak pernah berhenti bersyukur :')

Kami berkunjung ke pantai tanjung tinggi--awannya putih, langitnya biru, pasirnya putih bersih, air lautnya jernih - hijau ditepian dan biru dikedalaman. batu granit-nya besar-besaar. indahnya.. 
Permainan kayaking
DI pantai tanjung tinggi, kami bertualang menaiki batu granit yg sangat besar dan berlagak seperti kawan-kawan laskar pelangi :')

Selain itu, kami juga mengunjungi area pantai yang dilokalisir oleh Belitungisland.com, disana kami disambut dengan nuansa yang menenangkan.

Duduk di bangku berbahan dasar bambu, dengan ditemani secangkir teh manis hangat dan beberapa kudapan manis, bermain sepeda, dan berkeliling ditengah lautan dengan perahu kayak. Aduhai, sungguh menambah kekaguman kami akan ciptaan Alloh SWT, Subhanalloh^^

***
Tepi pantai Pulau Burong
Setelah seharian penuh menikmati indahnya Tanjung Tinggi dan puas bermain di sekitaran pantai kami pun istirahat di Billiton Hotel. Hotel ini terletak persis ditengah kota, dulunya hotel ini bekas bangunan perusahaan terkenal di Kota Belitung, kalo tidak salah sih bekas PN.Timah (bener gak ya :D )

Hari Kedua kami lanjutkan petualangan menuju pantai Bu
rong, kenapa disebut Burong/Burung, karena di pantai tersebut terdapat tumpukan batu granit besar yang jika diamati dari kejauhan nampak seperti seekor burung, dan itu juga merupakan ciri khas daerah Belitung lho. Di pantai ini juga, diabadikan sebuah replika meteor. Dahulu kala, pernah ada meteor yang jatuh di daerah ini dan kemudian oleh pemerintah setempat diabadikan dan dibuatkan replikanya, namanya "SAIL WABE" -- artinya apa,,saya pun lupa :D


Batu Granit di Pulau Pasir
Di pantai ini, pasirnya lebih putih dan bersih dibanding Tanjung Tinggi. Anginnya pun lebih kencang, suasananya lebih membuat kita tak tahan untuk segera menuju ke air laut. Alhamdulillah, BelitungIsland.com sudah menyiapkan satu perahu boat khusus untuk kami berdua. Tujuan utama perjalanan kami adalah ke sebuah pulau kecil ditengah-tengah lautan, yaitu pulau pasir--kenapa disebut pulau pasir, karena pulau ini terbentuk dari gundukan pasir putih yang sangat banyak dan terdapat tumpukan batu-batu granit yang lebih bueesar dibandingkan di Tanjung Tinggi. ohya, ada lagi..di pulau pasiir ini banyaaak sekali ditemukan bintang laut, macam-macam warnanya, merah, biru keunguan, coklat kehitaman, ada juga yang silver..lucu^^

Setelah puas di pulau pasir, kami lanjutkan perjalanan menuju sebuah mercusuar yang letaknya ada di Pulau Lengkuas. Mercusuar ini memiliki 18 lantai dan pastinya kalau mau sampai dipuncak harus menaiki setiap anak tangga yang ada, karena disini tidak ada liftnya. Mantap^^


Pemandangan dari atas Mercusuar
Tapi, ketika sudah sampai dipuncak mercusuar, huah..semua lelah rasanya terbayar dengan pemandangan yg subhanalloh menakjubkan. Kami juga melakukan snorkeling disana, ikannya warna-warni dan indah. Subhanalloh, i love beach^^
Dan semua rutinitas menyenangkan itu, ditutup dengan sebuah makan malam di tepi pantai, dengan gemerlap lilin-lilin kecil yang ada di sekitar meja makan kami, dan itu semua di-setting dangat indah oleh BelitungIsland.com, terima kasih ya^^d

Hari ketiga perjalanan kami ditutup dengan mengunjungi rumah adat Belitong yang sangat unik. Rumah ini adalah rumah panggung yang terbuat dari kayu, ciri khas rumah ini memiliki dua sayap yang diantara keduanya dihubungkan dengan jembatan. konsep rumahnya terbuka, tidak ada penyekat antara kamar, ruang tamu dan ruang keluarga. setelah kita melalui jembatan, maka kita akan masuk ke dapur dan ruang makannya dan kamar mandi. Kalau kata orang Belitong, dulu setiap rumah bentuknya seperti itu. Wah, orang dulu rumahnya luas-luas ya. kalo sekarang, punya rumah atau kavling luas 72m sudah subhanalloh alhamdulillah, hihi..

***
Ada sedikit tips dari saya buat muslimah yang mau berkunjung ke pantai, pertama walaupun kita asyik bermain air, tapi sebisa mungkin aurat tetap dijaga. Di pantai, saya tetap mengenakan kaos kaki. Ga apa basah dan kena pasir, kan masih bisa dicuci dan insyaAlloh aurat kita tetap diupayakan untuk tertutup.
Saat mengenakan jilbab, pilihlah jilbab langsung supaya muslimah tidak direpotkan dengan jilbab yang mudah rusak jika terkena angin, atau peniti yang berkarat dibaju karena terkena air apalagi air laut.
Gunakan kaos yang menutupi sampai aurat bagian belakang kita, biar apa..biar kalau kena angin ataupun bergerak--kita tetap leluasa tanpa harus memikirkan area belakang punggung yang akan terlihat jika kita meruku', dan..kaitkan jilbab bagian depan dan belakang dengan kaos yg sedang kita pakai, tujuannya agar muslimah tetap asyik bergerak tanpa memikirkan angin kencang yang akan menyibak jilbab muslimah sekalian^^
Snorkeling di Pulau Lengkuas
Pilihlah sendal karet atau sendal gunung yang terbuka supaya muslimah lebih enak melangkah tanpa harus mengkhawatirkan sendal putus jika menggunakan sendal jepit ataupun risih dengan pasir-pasir yang masuk ke alas kaki muslimah sekalian. 
Penggunaan lotion atau sun block juga sangat bermanfaat lho untuk cuaca pantai yang terik.
Dan jika membawa alat elektronik seperti handphone atau camera digital pocket, saran saya muslimah menyiapkan tas plastik untuk membungkus gadget tersebut, supaya lebih aman dan tidak khawatir terkena air, kecuali handphone nya merk Sony Xperia atau CamDig yang waterproof ya, hihi..

***

At the End,
Selalu ambil hikmah dari setiap perjalanan kita ya. Senantiasa ingat Alloh SWT, bersyukur, dan tetap usahakan sholat tepat waktu.

Happy Holiday \(^0^)/
-MF-
 

Liliput Siput Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea