Rabu, 27 April 2016

Menjemput Pagi - PART 1

Diposkan oleh Marina Fauzia di 18.31
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Cerita Bersambung,
"Menjemput Pagi"
Part 1

***

Alya mengayuh sepedanya lebih kuat. Ada getaran luar biasa hebat yg bergemuruh dihatinya. Ia ingin segera sampai ke Rumah. Menyampaikan kabar gembira ini kpd ibunya. Bahwa dirinya, diterima scholarship keluar negeri. Senyumnya tak mau berhenti merekah. Ia berbunga.
***

Bumi menjadi semakin basah, hujan terus saja jatuh. sirami semua yang mengering, sepertinya ia sedang asik menari-nari bersama bumi. Alya enggan mengganggunya, ia memilih tenang pandangi mereka, mesra.

"Alya, mandi dulu nak. Hari sudah semakin sore". Lamunannya terhenti dgn sapaan ibunya. Alya sebetulnya enggan beranjak. Ia sedang nikmati pertunjukkan Sang Pencipta yang begitu mengagumkan.
" Bu, ayah kapan pulang?". Pertanyaan ituu terlontar begitu saja. Persis, setiap ia melihat hujan, setiap ituu pula ia merindukan ayahnya. Ayah yg ia dan ibunya tahu, sedang pergi merantau ke negeri orang. Menjemput rezeki, untuk ia dan ibunya.
"Kita sama-sama tunggu ayah ya Sayang". Alya mengangguk, lama ia menunggu ayahnya pulang. Saat hujan pertama membasahi seragam sekolahnya. Saat hujan pertama mengguyur ayah Dan dirinya. Mengayuh sepeda dengan kencang untuk bergegas pulang. Bergegas sampai Rumah. Saat ayahnya menjadi pahlawan pertamanya dari rinai hujan. Saat ia masih di sekolah dasar.

Alya berhenti melamun. Matanya nanar. Tangannya tergenggam erat, menggamit sebuah kertas. " Surat pengajuan beasiswa luar negeri, pendidikan Sarjana".
***

Menjemput Pagi.
-Marina Fauzia-

Senin, 05 Januari 2015

Mengintip langit

Diposkan oleh Marina Fauzia di 17.58
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Sore mendung,
Aku memandangmu pekat, diantara gumpalan awan itu, kamu tersenyum tipis, samar, antara abu dan kelabu.

Tak begitu pasti, seberapa jauh jarakku saat itu. Antara senja dan jumawa, aku prediksi, kamu berada di pusaran asa.

Kembali ku berkutat dgn imaji yg tak henti menari, kudapati kamu sekarang menjauh pergi. Mataku mencari disekat-sekat langit, dibalik bangunan tua, diantara gumpalan awan yg semakin tebal dan mengabu..

Tik...
Air mata langit sudah turun basahi bumi,
dan kamu, semakin jauh pergi

***

Mataharinya ngilang ketutup awan, makin pergi karena ujan...
#senengBangetLiatLangit
#DiBis
#OtwPulang

SalamSenyum
Ina.

Senin, 15 Desember 2014

Tertahan

Diposkan oleh Marina Fauzia di 14.22
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Dear my liliput,

How come?
semua nya jadi serba tertahan sekarang. Semenjak saya bermimpi jadi muslimah yg bisa aktualisasi diri di dunia usaha, berangan2 punya usaha craft, punya cita2 bisa bantu masyarakat sekitar dg crafting, ditambah kepingin optimal ibadah dn dakwah, sekarang pikirannya jd ga maksimal dikerjaan. Apa2 jd serba jenuh. Andai waktunya bisa dimanfaatkan utk ini dan itu. Jdinya smua serba setengah hati, tertahan disini.

So, what a got to do my lili..
Ini menyesakkan. Rizki itu bukan dikantor ini aja kan, bumi Alloh luas, tapi..kalo sy resign tanpa punya planning yg oke utk bisnis kedepan, apa itu bukan gegabah ya namanya. Ah, ini kenapa jd sangat tertahan.

Any idea my lili?
utk menahan passion yg sangat membuncah ini..

Jumat, 01 November 2013

Belitung, I'm in Love

Diposkan oleh Marina Fauzia di 17.53
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Welcome to Belitong

Pulau Burong
Alhamdulillah, tahun 2013 ini kami diberikan rezeki dan keluangan waktu oleh Alloh azza wa jalla untuk ber-tafakur alam. 

Awalnya saya dan suami sedang mencari objek wisata yang indah di Indonesia, saat itu terdapat beberapa pilihan yaitu Bali, Lombok, Danau Toba, atau Belitung.  Saat itu Bali dan Lombok kami blacklist karena mungkin tempat itu sudah umum dan banyak bule-bule ndak pakai baju disana hehe.., kemudian pencarian kami berlanjut ke Danau Toba, hmm..saat itu kami sangat tertarik, pemandangannya bagus, udaranya nampak sangat sejuk, tetapi ketika melihat pantai indah di kepulauan ujung Indonesia- kami langsung jatuh hati.


Yap, Belitung adalah salah satu kepulauan Indonesia yang pesisir pantai-nya memiliki kecantikan yang luar biasa. Kalo tidak salah, dulu itu Belitung masuk ke wilayah Pulau Sumatera, kemudian memisahkan diri menjadi Kepulauan Bangka-Belitung (BABEL), dan kini memisahkan diri kembali dengan Bangka menjadi Provinsi Belitung.

Pantai Tanjung Tinggi -Lokasi syuting Film Laskar Pelangi
Keindahan pantai Belitung mulai dipopulerkan lewat Film "Laskar Pelangi" garapan MILES Production. nah, dari situ lah Belitung mulai banyak dilirik sebagai salah satu objek wisata keluarga maupun pasangan, kata orang sana sih begitu ^^

Pantai Tanjung Tinggi
Jumat pagi yang indah kami tiba disana, Alhamdulillah dapat tiket gratis dari Garuda Indonesia (makasih ya) jadi hanya memikirkan akomodasi dan konsumsi disana, hihi ^^ (Alhamdulillah)

Saat travelling, kami menggunakan jasa agen perjalanan dari Belitungisland.com untuk memandu wisata kami. Kesan kami dengan agen perjalanan ini sangat menyenangkan, tak perlu memikirkan apa-apa lagi karena semuanya sudah dilayani dengan baik oleh Belitungisland.com, antara harga dan pelayanan alhamdulillah memuaskan.

Setibanya kami di Bandar Udara HAS Hananjuddin Tanjung Pandan, kami disambut oleh Kang Asep tour guide Belitungisland.com, orangnya ramah dan helpfull. Gambaran suasana di Belitung saat pertama kali melihat sekitarnya adalah kota kecil yang sederhana, rumah-rumah beratapkan seng, jalanan yang tak ramai, pusat perbelanjaan yang tradisional, warga yang ramah, suasana yang sepi. Menenangkan. 
***
Main sepeda di area pantai BelitungIsland.com
Hari pertama kami disana, disambut dengan semilir angin pantai yang sejuk walaupun saat itu cuaca agak mendung tapi kami menikmatinya, tak pernah berhenti bersyukur :')

Kami berkunjung ke pantai tanjung tinggi--awannya putih, langitnya biru, pasirnya putih bersih, air lautnya jernih - hijau ditepian dan biru dikedalaman. batu granit-nya besar-besaar. indahnya.. 
Permainan kayaking
DI pantai tanjung tinggi, kami bertualang menaiki batu granit yg sangat besar dan berlagak seperti kawan-kawan laskar pelangi :')

Selain itu, kami juga mengunjungi area pantai yang dilokalisir oleh Belitungisland.com, disana kami disambut dengan nuansa yang menenangkan.

Duduk di bangku berbahan dasar bambu, dengan ditemani secangkir teh manis hangat dan beberapa kudapan manis, bermain sepeda, dan berkeliling ditengah lautan dengan perahu kayak. Aduhai, sungguh menambah kekaguman kami akan ciptaan Alloh SWT, Subhanalloh^^

***
Tepi pantai Pulau Burong
Setelah seharian penuh menikmati indahnya Tanjung Tinggi dan puas bermain di sekitaran pantai kami pun istirahat di Billiton Hotel. Hotel ini terletak persis ditengah kota, dulunya hotel ini bekas bangunan perusahaan terkenal di Kota Belitung, kalo tidak salah sih bekas PN.Timah (bener gak ya :D )

Hari Kedua kami lanjutkan petualangan menuju pantai Bu
rong, kenapa disebut Burong/Burung, karena di pantai tersebut terdapat tumpukan batu granit besar yang jika diamati dari kejauhan nampak seperti seekor burung, dan itu juga merupakan ciri khas daerah Belitung lho. Di pantai ini juga, diabadikan sebuah replika meteor. Dahulu kala, pernah ada meteor yang jatuh di daerah ini dan kemudian oleh pemerintah setempat diabadikan dan dibuatkan replikanya, namanya "SAIL WABE" -- artinya apa,,saya pun lupa :D


Batu Granit di Pulau Pasir
Di pantai ini, pasirnya lebih putih dan bersih dibanding Tanjung Tinggi. Anginnya pun lebih kencang, suasananya lebih membuat kita tak tahan untuk segera menuju ke air laut. Alhamdulillah, BelitungIsland.com sudah menyiapkan satu perahu boat khusus untuk kami berdua. Tujuan utama perjalanan kami adalah ke sebuah pulau kecil ditengah-tengah lautan, yaitu pulau pasir--kenapa disebut pulau pasir, karena pulau ini terbentuk dari gundukan pasir putih yang sangat banyak dan terdapat tumpukan batu-batu granit yang lebih bueesar dibandingkan di Tanjung Tinggi. ohya, ada lagi..di pulau pasiir ini banyaaak sekali ditemukan bintang laut, macam-macam warnanya, merah, biru keunguan, coklat kehitaman, ada juga yang silver..lucu^^

Setelah puas di pulau pasir, kami lanjutkan perjalanan menuju sebuah mercusuar yang letaknya ada di Pulau Lengkuas. Mercusuar ini memiliki 18 lantai dan pastinya kalau mau sampai dipuncak harus menaiki setiap anak tangga yang ada, karena disini tidak ada liftnya. Mantap^^


Pemandangan dari atas Mercusuar
Tapi, ketika sudah sampai dipuncak mercusuar, huah..semua lelah rasanya terbayar dengan pemandangan yg subhanalloh menakjubkan. Kami juga melakukan snorkeling disana, ikannya warna-warni dan indah. Subhanalloh, i love beach^^
Dan semua rutinitas menyenangkan itu, ditutup dengan sebuah makan malam di tepi pantai, dengan gemerlap lilin-lilin kecil yang ada di sekitar meja makan kami, dan itu semua di-setting dangat indah oleh BelitungIsland.com, terima kasih ya^^d

Hari ketiga perjalanan kami ditutup dengan mengunjungi rumah adat Belitong yang sangat unik. Rumah ini adalah rumah panggung yang terbuat dari kayu, ciri khas rumah ini memiliki dua sayap yang diantara keduanya dihubungkan dengan jembatan. konsep rumahnya terbuka, tidak ada penyekat antara kamar, ruang tamu dan ruang keluarga. setelah kita melalui jembatan, maka kita akan masuk ke dapur dan ruang makannya dan kamar mandi. Kalau kata orang Belitong, dulu setiap rumah bentuknya seperti itu. Wah, orang dulu rumahnya luas-luas ya. kalo sekarang, punya rumah atau kavling luas 72m sudah subhanalloh alhamdulillah, hihi..

***
Ada sedikit tips dari saya buat muslimah yang mau berkunjung ke pantai, pertama walaupun kita asyik bermain air, tapi sebisa mungkin aurat tetap dijaga. Di pantai, saya tetap mengenakan kaos kaki. Ga apa basah dan kena pasir, kan masih bisa dicuci dan insyaAlloh aurat kita tetap diupayakan untuk tertutup.
Saat mengenakan jilbab, pilihlah jilbab langsung supaya muslimah tidak direpotkan dengan jilbab yang mudah rusak jika terkena angin, atau peniti yang berkarat dibaju karena terkena air apalagi air laut.
Gunakan kaos yang menutupi sampai aurat bagian belakang kita, biar apa..biar kalau kena angin ataupun bergerak--kita tetap leluasa tanpa harus memikirkan area belakang punggung yang akan terlihat jika kita meruku', dan..kaitkan jilbab bagian depan dan belakang dengan kaos yg sedang kita pakai, tujuannya agar muslimah tetap asyik bergerak tanpa memikirkan angin kencang yang akan menyibak jilbab muslimah sekalian^^
Snorkeling di Pulau Lengkuas
Pilihlah sendal karet atau sendal gunung yang terbuka supaya muslimah lebih enak melangkah tanpa harus mengkhawatirkan sendal putus jika menggunakan sendal jepit ataupun risih dengan pasir-pasir yang masuk ke alas kaki muslimah sekalian. 
Penggunaan lotion atau sun block juga sangat bermanfaat lho untuk cuaca pantai yang terik.
Dan jika membawa alat elektronik seperti handphone atau camera digital pocket, saran saya muslimah menyiapkan tas plastik untuk membungkus gadget tersebut, supaya lebih aman dan tidak khawatir terkena air, kecuali handphone nya merk Sony Xperia atau CamDig yang waterproof ya, hihi..

***

At the End,
Selalu ambil hikmah dari setiap perjalanan kita ya. Senantiasa ingat Alloh SWT, bersyukur, dan tetap usahakan sholat tepat waktu.

Happy Holiday \(^0^)/
-MF-

Selasa, 26 Februari 2013

Ingin kubagikan ia padamu. ia yang kau sebut cinta

Diposkan oleh Marina Fauzia di 21.32
Reaksi: 
5 komentar Link ke posting ini
Assalamualaikum,

huwaaaa..rindu sangat dengan liliput siput, dengan sebagian dunia saya yang terlupakan setelah menikah. Subhanallah, apa yang bisa saya ucap, Ia Yang Maha Indah, Yang Maha Baik, Yang Maha Mempesona kini benar-benar menambah rupa hidup saya semakin berwarna dan mempesona.

Separuh belahan dunia telah berganti musim, dan saya disini sekarang berdiri bersama jiwa yang lain. siapa sangka, setelah menikah--begitu banyak kebaikan dalam kehidupan ini, rezeki, kelapangan dan kemudahan pekerjaan, kembali dan lagi-lagi belajar mengatur kehidupan. Sungguh satu fase dalam kehidupan saya yang begitu menggembirakan. 

Tentunya, menghadapi fase ini sangat butuh persiapan. persiapan lahir maupun batin. mulai dari perbanyak membaca buku, menampung banyak cerita pengalaman teman-teman yang sudah lebih dulu menikah, hingga menambah pundi-pundi tabungan, dan satu yang pasti adalah lahawal wala kuwwata ila billah, benar-benar berserah diri sama Alloh, Ia yang tahu apa-apa yang baik buat kita. Nah, ada beberapa buku yang ingin saya rekomendasikan kepada teman-teman sekalian adalah "Kado Pernikahan" karya Muhammad Faudzil Azim atau kepunyaan Muhammad Mahdi Alistanbuli. Untuk teman-teman yang sedang prepare untuk menikah, buku ini cocok banget dibaca. Ada lagi satu buku yang membahas psikologi laki-laki dan perempuan, buku ini bekal kita untuk memahami pasangan kita nanti "Psikologi Suami Isteri" karangan Dr.Thariq Kamal An-nu'aini, awalnya saya baca buku ini karena dipinjamkan teman (makasih ya mba Glenda ^^), eh alhamdulillah ternyata dihadiahkan juga dari adik tingkatku sayang (makasih winda ^^). Hmm..ada satu lagi buku yang ga boleh lewat dibaca, karangan salah satu penulis favorit saya Bang Salim A.Fillah dengan "Bahagianya Merayakan Cinta". Buku ini juga jadi mahar saya saat menikah lho, karena buku ini adalah edisi lama..maka calon saya sampai pesan langsung ke ProMedia Jogjakarta. Subhanallah.. (makasih ya mas *blush*)

Siapa yang bilang, pacaran menjadi garansi sebuah kelanjutan menuju pernikahan. Pacaran itu tidak disukai Allah azza wa jalla lho teman, lagipula sebenarnya apa sih definisi pacaran?. sampai sekarang pun saya tidak bisa temukan jawabannya. Alhamdulillah, dengan proses yang benar-benar dimudahkan dan dilancarkan, semua berjalan lapang dan sesuai apa yang kami inginkan. Menyegerakan sesuatu yang baik adalah hal baik kan ^^
Yap, tanpa pacaran, tanpa jalan berduaan, tanpa gandengan tangan , tanpa sesumbar kemesraan, semuanya insyaAllah tidak dilakukan sebelum ada ikatan. Ya, mitsaqon ghaliza yang hanya Allah sebutkan 3x (kalau tidak salah) dalam Alquran. Yaitu saat pembaiatan, saat pernikahan, dan satu lagi saya lupa :D

 Menikah itu benar-benar membuka lembaran hidup baru. Subhanallah, hanya dengan sebuah lafas, syurganya anak perempuan berpindah dari kaki ibu menuju kaki suami. Allah janjikan syurga untuk ibu dengan wasilah berbakti terhadap suami. Allah, apalagi yang lebih indah dari selalu bersyukur dan terus mengingat diriMu. Allah, ini semua tetap berujung pada kematian kan, maka mohon berkahi setiap langkah amal kami, lindungi kami, dan jadikan hati-hati kami senantiasa penuh ketundukan dan khusyuk menyembahMu.

Saudaraku, sebaik-baiknya wanita yang dijadikan isteri adalah wanita sholehah, ia yang mudah maharnya, ia yang tidak mempersulit dirimu saat meminangnya, ia yang takut pada Tuhannya, ia yang taat pada agamanya, ia yang akan menjadikanmu sebagai imamnya dalam arungi kehidupan. Saudaraku, tolong lihat ia bukan hanya dari parasnya, bukan hanya dari ke-SEKSI-annya, bukan hanya dari harta atau jabatannya. Saudaraku, jemput ia dengan segala ketakutan yang engkau punya kepada Allah, Tuhanmu. bukan dengan segala kesombongan yang engkau bawa untuk mendampinginya kelak. yakin, ia tak butuhi itu saudaraku.
Saudariku, sabar ya. kita berjuang memperbaiki diri, agar kelak pangeran kita datang dengan segala kebaikannya. sabar ya, karena dengan keikhlasan itu, ia datang diwaktu yang tepat untukmu. sabar ya, yang datang kepadamu bukanlah ia yang melihat kecantikan wajahmu saja, tapi ia yang melihat kecantikan hatimu. sabar ya, karena sesungguhnya engkau berhak mendapatkan yang baik diantara yang baik.

Menikah, bukanlah satu-satunya jalan menuju kebahagiaan. tapi menikah adalah rangkaian jalan yang Allah berikan untuk menentramkan hatimu, membersamai kebahagiaanmu, menghalalkan yang "haram" untukmu. Bukankah jelas, dalam al-quran Allah azza wa jalla sebutkan mukmin yang beruntung, yaitu ia yang menjaga sholatnya, zakatnya, puasanya, dan yang menjaga kemaluannya. Astaghfirulloh, maafkan saya jika saya punya salah kepada anda.

Man jadda wa jadda, there is a will there is a way, dimana ada kemauan disitu ada jalan. Hayuk, yang sudah berazam atau yang sudah layak menikah lahir batin. Ayuk, dimantapkan saja niatnya, disegerakan menyempurnakan ibadahnya. Provokator mode on (hihihi..)


Aku melangkah menuju cinta
bukan karena aku sedang mencari cinta
Tapi aku datang menemuinya
karena ia pantas dikunjungi
sebab saat bertemu dengannya 
aku bisa berkenalan dengannya
kemudian kubuat cinta sayang padaku
dan aku sayang padanya.

***
Makasih Alloh, Tuhanku Yang Maha Baik, untuk segala kebaikan yang Kau berikan sampai hari ini ^^

Serpong, 26 Februari 2013
Marina.

Minggu, 07 Oktober 2012

Untukmu Suamiku

Diposkan oleh Marina Fauzia di 21.11
Reaksi: 
4 komentar Link ke posting ini
Ada dua pilihan ketika bertemu cinta
Jatuh cinta dan bangun cinta
Padamu, aku memilih yang kedua
Agar cinta kita menjadi istana.

-Salim A. Fillah-

***

Datang dengan begitu sederhana, dan dengan cara yang sederhana. Namun, pinangan itu terucap dengan lisan yang tidak sederhana. Sangat istimewa. Lisan itu sepertinya datang dari hati, dari jiwa yang takut pada Ilahi, dari lafas yang tahu betapa sakralnya janji yang sedang di ungkapi.

Lagi-lagi engkau datang dengan begitu sederhana. Dengan sebuah Alqur'an dan buku karya Penulis yang penuh kesederhanaan "Bahagianya Merayakan CInta - Salim A.Fillah" itulah engkau datang meminangku, mengambil buah hati seorang ayah dan ibu, meminta rusuk kiri yang mungkin telah engkau nanti, menjadikannya isteri yang halal bagimu.

Namun, cinta yang engkau bawa tidak sederhana, hati yang engkau hantarkan tidak sederhana, janji yang engkau lafaskan tidak sederhana, mimpi tentang kehidupan yang engkau tawarkan tidak sederhana, pernikahan ini tidak sederhana sayang. Sungguh, Mitsaqon Ghaliza ini tidak sederhana. Ia menawan.  Istimewa. Dan engkaupun begitu.

Pantaslah Allah memasangkan kanan dengan kiri, menyatukan magnet utara dengan selatan, membentangkan langit untuk meneduhkan bumi, menyalakan cahaya untuk menyinari yang gelap, menjatuhkan hujan untuk meredakan panas, termasuk memberikan hawa untuk menemani adam. Mereka yang telah Alloh ta'alla pasangkan, perumpamaannya sama seperti dirimu. Mereka yang memiliki perbedaan, atas ridho Ilahi Rabbi, malah menjadi yang tak terpisahkan, saling melengkapi. Sekali lagi, perumpamaan itu sama seperti dirimu.

***


Ilahi Rabbi,
UntukMu Sang Penggenggam Hati
Terujar rasa syukur yang tak henti
Terpatri luapan bahagia yang tak terperi
Kemudian, diam-diam terungkap sebuah do'a sederhana yang paling hakiki
Rabb..
Innaka 'ala kulli syai'in qadir..
Duhai Engkau Yang pandai menautkan hati
Duhai Engkau Yang asmanya mampu menggetarkan relung imaji
Dengan niat mitsaqan ghaliza ini..
Hadirkanlah cinta keluarga sedahsyat Fathimah azzahra dan Ali
Tanamkanlah keikhlasan seluas kekasihMu Muhammad dan Khadijah sang isteri sejati
Limpahkan kesejukan disetiap nafas kedua hamba lemahMu ini..
Rabb..
Apalah lagi yg mampu kami ucapi
Padahal diri hanya punya ibadah sekedarnya dan cinta alakadarnya
Terimakasih Rabb..
Terimakasih untuk semua cinta dan kebahagiaan yg Kau hadirkan sampai saat ini
Jadikan kami,
Pasangan yang paling Engkau ridhoi
Amin..

***

Sungguh sayang, ini anugerah paling indah yang Ilahi Rabbi berikan. Namun, karena engkau istimewa, maka tidak mudah menjadi istrimu. Menjadi bagian dari rusukmu. Menjadikanmu yg terbaik dihadapanNya

Sayang, Tidak mudah menjadi istrimu. Menyempurnakan ibadah yg terserak dan mengemban amanah untuk menjagamu tetap indah dimataNya
Sungguh,
Tidak mudah menjadi istrimu. Menyampaikan hati yg harus terus diobati. Menenggelamkan masa yang ingin sekali untuk selalu kuperbaiki

Ya Sayang,
Tidak mudah mnjadi istrimu.
Tapi aku ingin menjadi yg mudah bagimu
Menjadi yang menyenangkan dimatamu
Menjadi yang menenangkan di kesempitan dan kelapanganmu
Menjadi yang sholehah disampingmu
Menjadi yang terbaik diantara yg baik, untuk ruhiyahmu, jasadiyahmu, dn fikriyahmu.

Doakan aku,
Istrimu

Serpong, 071012
-MF-

"Hari ini, tanggal tujuh tepat bertemu dengan tanggal tujuh"
Happy Anniversary dear.. ^_^
 

Liliput Siput Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea