Jumat, 04 Februari 2011

Di tepi hatimu, duhai wanita


Wanita Cantik..
Melukis kekuatan melalui proses kehidupan,
bersabar saat tertekan,
tersenyum disaat hati menangis,
diam saat terhina,
mempesona karena memaafkan,
bertambah kuat didalam doa dan pengharapan

Jangan mengeluh dan berkilaulah..
Duhai engkau wanita cantik..

* * *

Wanita..
kata yang begitu menggambarkan keindahan. Di setiap sisinya, disetiap mata memandang, disetiap bibir berujar, dan disetiap hati melafas lirih,,ahh...wanita

Sempurna sudah Allah menciptakanmu, dari tulung rusuk sebelah kiri, dekat sekali dengan hati..sekali-kali bukan untuk disakiti, tapi untuk disanjung dan dipuji. Sebuah tulang rusuk yang bengkok, sukar sekali diluruskan, harus sedikit demi sedikit dilunakkan, tidak terlalu lembut tidak juga terlalu keras..sepadan, karena jika terlalu dipaksakan, bukan lurus yang tercipta dari sang tulang rusuk tapi malah patah yang ada, ahh..engkau wanita..




Wanita..
tahukah engkau, keindahanmu sejatinya adalah aurat bagi dirimu sendiri, suara merdumu, paras cantikmu, lekuk indah tubuhmu, semuanya adalah Maha Karya Yang Sempurna dari Sang Sempurna..
tidakkah kau menyadarinya wanita?
Duhai wanita, insan yang tak pernah putusnya mengurai tawa dan air mata..terselipkah kerinduan cinta di rumitnya hati itu, cinta dari Sang Pemilik cinta, cinta yang begitu sempurna tercurahkan untukmu, sebuah mawaddah yang sejatinya selalu ingin mengharumkan getar-getar qalbumu itu
ahh..wanita, telah menduakah cinta yang kau punya itu..


Wanita..
terlalu pelikkah duniamu?, hingga tergeserlah sosok periwayat yang pandai itu dari figur kecerdasanmu..tak tergiurkah engkau dengannya, Aisyah binti Abu Bakar yang nyata-nyata telah memperjuangkan kaummu atas kecemerlangan tsaqofahnya, masihkah kau mencari pribadi lain yang lebih setia dan penuh pengorbanan dibanding Ibunda Khadijah binti Khuwalid, adakah lagi yang kau damba selain Ummu Hafsah yang senantiasa ceria dan periang itu?
ahh..wanita, sosok seperti apalagi yang sedang kau cari..

Wanita..
ingat saja letih dan payahnya wanita yang melahirkanmu, ingat saja betapa gemilangnya Illahi Rabbi menjadikan kaummu begitu mempesona, ingat saja rumitnya Ia sempurnakan harkatmu
ingat saja itu semua
biar kau, wanita..
mengingat cinta hakiki yang terpatri dalam qalbu mu nan lembut itu


ahh wanita..
sungguh berharganya dirimu
andai kau memahaminya wanita?


*jagalah mereka dengan kau menjaga dirimu sendiri
dari segala marabahaya pandangan dan hati-hati liar itu
jaga mereka sebagaimana engkau menjaga dirimu sendiri..
*Inspiring: tulisan Salim A.Fillah
Desa Rasamala, 16.30
-MF-

1 komentar:

ara mengatakan...

subhanallah ina....
terimakasih buat 'reminder'nya...

tulisan mu bagus.. bakat bgt..
banyak2 nulis seperti ini ya.. mengingatkan sesama. :)

muah muah ina ku...