Selasa, 04 Oktober 2011

Ayah, Ibu.. ini suratku untuk kalian.

Ayah,
Ibu,
Tak terasa waktu melintasi setengah perjalanan umur kita. Gadis kecil yang terlalu sering merepotkan kalian,
kini sudah besar. Rasanya sudah semakin jauh saja, hari-hari melangkah pergi dari pelupuk mata kita, dan itu ternyata semakin menambah rasa sayangku pada kalian. Tiap kali kalian jauh dariku, Dihati ini hanya ada rasa khawatir yang bergetar, berdebar, menggema disetiap lafas rinduku pada kalian, dan pada saat itu..aku sangat berharap Allah Yang Maha Baik melindungi kalian selalu.
Padahal sudah sampai di titik ini aku berusaha membahagiakan kalian, tapi tetap saja..aku tak pernah bisa mengembalikan serpihan kebahagiaan itu--utuh--sesempurna yang kalian berikan padaku dulu, kini, dan nanti. ahh..betapa mahalnya pengorbanan jiwa dan harta yang kalian pertaruhkan hanya untuk anak senakal diriku.

Yah..
Bu..
aku sering memimpikan kalian--bahkan dalam bunga tidurku pun..kalian tak pernah sedikitpun menyakitiku. saat aku terpisah dengan kalian dalam mimpi itu, yang kudapati adalah--kalian selalu saja bisa menemukanku. Kalian tau..betapa gembiranya aku saat itu.

Yah..
bagaimana bisa aku melupakan cerita-cerita sederhana bersamamu. Saat dimana aku tertidur pulas didepan televisi dan kau selalu menggendongku masuk kedalam kamar dan menyelimutiku atau ketika aku belajar bersepeda--dan kau perlahan melepaskan peganganmu dariku, aku tahu bukan karena kau tak menjagaku, tapi karena engkau ingin aku belajar untuk bangun dari jatuhku, tanpa keluhan, tanpa tangisan, hanya senyum kecilku dengan gigi yang tak beraturan. ahh Ayah..benar-benar indah masa kecilku bersamamu.
Kini, masih saja dengan ikhlasnya kau sesekali mengantarku pergi, menemaniku mengendarai motor tuamu, atau membelikan makanan kesukaanku, yang sebenarnya aku tau..kau susah payah mendapatkan itu.
Ayah, aku sayang sekali sama ayah..

Bu..
entah apa yang harus kukatakan untuk mengungkapkan keindahanmu, wanita terindah dan tercantik yang pernah kutemui dimuka bumi ini. Terimakasih telah mau berbagi denganku sampai detik ini ya bu..
Berbagi nafas, makanan, dan rasa sakit saat aku masih didalam perutmu, nyaman bu..
Terimakasih telah menjadi sahabat tebaikku, saat dimana tak ada telinga yang mendengar tangis dan peluhku, dengan setianya kau mendengar celotehku yang sungguh tak seberapa penting ini. saat dimana tak ada lagi tangan yang mampu menenangkan sedikit gelisahku, dengan hangatnya tanganmu mampu damaikan gundahku. Ahh ibuku sayang..Terimakasih..

Nanti,
Saat estafet tanggungjawab terhadap diriku telah masanya untuk berpindah tangan. Aku ingin sekali tunjukkan kepada kalian, aku adalah gadis kecil yang telah siap menyelami samudera kedewasaan, yang telah bijak menyikapi lautan kehidupan, yang terus berusaha untuk sanggup menyimpan izzah kalian.

Ayah,
Ibu,
Kalian tau..
aku ingin sekali bilang pada Allah..
Terimakasih,
karena kalianlah yang menjadi ayah dan ibuku
Bukan siapapun.
Cuma kalian..

Love u yah, bu..
:*

-MF-




4 komentar:

Ayo Semangat mengatakan...

subhanallah...sedih
penegn pulang :(

Marina Fauzia mengatakan...

smile cantik..
doa anak yg sholeh adalah sebaik-baiknya kado untuk mereka ^_~

Qhaisar Rain mengatakan...

Mbak Inaaaa... Hiksss... jadi kangen Mama... T_T

Marina Fauzia mengatakan...

hiks, jadi kangen dika..lhoo?? :D