Sabtu, 30 April 2011

Kamu, sebagai mana perasangkamu

Ada seorang kakek yang sering duduk di bangku dekat suatu pom bensin,dan suka memberi salam kepada orang-orang yang lewat. Suatu hari, cucu perempuannya turut menemani di samping kakeknya. Lalu, datang orang asing (dari luar kota) sedang mencari informasi ingin
bertempat tinggal di daerah ini. Orang asing mendekati dan bertanya pada kakek, "Bagaimana keadaan di kota ini ?" Kakek tua itu balik bertanya, "Anda datang dari kota mana ?" Orang asing itu menjawab, "Saya tinggal di tempat yang mana orang-orangnya suka mengritik orang dan tetangga pun suka ngobrol tak keruan. Pokoknya daerah itu sangat tidak baik, aku ingin sekali meninggalkan tempat itu." Kakek yang duduk di kursi berkata pada orang asing itu, "Aku beritahukan Anda sebetulnya di sini juga hampir sama."

Tidak lama kemudian, datang sebuah mobil yang berisi penuh orang sekeluarga berhenti di depan kakek dan cucunya yang sedang duduk. Seorang ibu membawa dua anak kecil turun dan bertanya, "Dimanakah letak toilet ?" Suami ibu tadi juga ikut turun dari mobil, dan bertanya pada kakek, "Baikkah kota ini ?" Kakek tua itu kembali bertanya, "Bagaimana daerah tempat tinggal Anda ? " Bapak itu berkata, "Kota yang saya tempati sangat baik, tetangga-tetangga bersifat baik, suka saling membantu, suka memberi salam, sayajuga
tidak ingin berpisah dengan daerah itu." Kakek tua melihat bapak itu dan tersenyum, "Sebetulnya di sini juga hampir sama." Mereka balik ke mobil dan berterima kasih pada kakek lalu pergi.Jawaban sang kakek yang mendua, tentu saja membuat cucunya terheran-heran. 
"Kek, mengapa kepada orang yang pertama itu kakek bilang tempat ini sangat jelek, sebaliknya kakek memberi tahu orang yang kedua itu bahwa tempat ini sangat baik ?" Kakek dengan sabar menjelaskan, "Walau kamu pindah ke mana pun, kamu akan tetap membawa
sifatmu diri sendiri, tempat itu baik atau tidak, ini semua tergantung diri sendiri".

Setelah si kakek selesai bertanya.
tidak lama kemudian datang lagi seseorang dengan membawa sebuah catatan di tangan'y.
sambil memperhatikan keadaan sekitarnya lalu dia terlihat menulis pada catatannya.
kemudian dia menghampiri sang kakek dan bertanya, "bagaimana keadaan kota ini?" 
lalu sang kakek balik bertanya "Anda datang dari kota mana?". lalu orng tersebut menjawab 
"saya datang dari kota dimana ada kebaikan dan ada juga keburukan, ada kelebihan dan ada juga kekurangan".
lalu sang kakek menjawab "kalau begitu kota ini sama dengan kotamu." 
kemudian kakek langsung bertanya lagi "lalu apa yang kamu lakukan disini? apakah kamu berniat untuk pindah ke kota ini?".
orang tersebut menjawab 
"tentu tidak, saya datang kesini hanya untuk mencatat kelebihan di kota untuk merubah keburukan dikota saya."
* * * * *

Parung, 9:30
-MF-

Tidak ada komentar: