Minggu, 03 April 2011

Dua Puluh Dua, Dan Aku Harus Dewasa!

22,

Aku kembali terpekur dengan angka dihadapanku ini.
Dia seperti menatapku lekat, perlahan-lahan membesar kemudian membuat pijaran disekililing tubuh bundarnya, berputar-putar mengelilingiku dan memaksaku bertafakur "Ayo Wanita, berlarilah..temukan mimpi itu segera, dan bergegaslah kembali perbaiki semuanya!".
Ya, memang terlalu banyak hal yang harus kuperbaiki, terlalu banyak daftar mimpi yang ingin kuselesaikan, terlalu banyak doa-doa yang ingin kupanjatkan, terlalu banyak PR dakwah yang harus ku tuntaskan, terlalu banyak ibadah-ibadah yang harus kusempurnakan, terlalu banyak amalan yang belum kutunaikan, terlalu banyak, dan itu tiada daya jika aku melakukannya sendiri bukan?
Yaa Rahman Yaa Rahim, temanilah aku selalu..

"HAPPY MILAD INA"



Alhamdulillahirabbil'allamin,
16 Maret 2011 Pagi.
Dia masih izinkan aku mereguk kembali nikmatnya bernafas, Dia Yang Maha Sempurna masih sempurnakan hidupku sekali lagi dalam kebaikanNya. Sungguh Dia, Illahi Rabbi Yang Maha Baik..
Tersadar kini usiaku tak remaja lagi, sebuah angka sempurna dalam petualangan hidupku, usia yang kini masuki fase dewasa!. Metamorfosa menuju tahap pembelajaran dan pemahaman.
Dan intinya,
huwaaaaa.. 
aku semakin tuaaaaa!

"Si itik yang berubah menjadi burung" lhoo..! kenapa bukan angsa?,
haha..masih terlalu jauh untukku menjadi angsa yang indah, harus tambal sana sini dulu agar lahir menjadi insan yang mendekati bijak dan dewasa. Biarkan saja, toh aku memang masih ingin menjadi burung, yang bisa terbang kesana kemari, tanpa batas--bisa bertengger dipohon mana saja yang kusuka, bisa langsung menembus awan putih dan kemilau birunya langit yang membentang, bisa bernyanyi nikmati semilir angin yang nanti bakal menerpa kepakan sayap-sayap kecilku ini. Yap, itu akan terjadi andai aku hidup sendiri, sesuka hati, tanpa peduli sana sini!
Tapi pencapaian usia yang hampir seperempat abad ini BUKAN TENTANG AKU SENDIRI, mimpi-mimpi dilanjut usiaku kini bukan untuk aku seorang diri. Subhanallah Illahi Rabbi, Kau masih izinkan aku merenung dan mentafakuri hakikat perjalanan hidup ini, trims my Dear..

22 tahun sudah aku berkelana dibumi yang bukan milikku ini,
Seperti filosofi bambu, aku masih berada pada tahap penguatan akar. Kestabilan lahiriah, ruhaniah, serta fikriahku harus kuat mengokoh keakarnya terlebih dahulu untuk kemudian aku tumbuh menjadi sesuatu,yaa--SESUATU!, karena aku yakin suatu saat nanti, diwaktu yang sangat tepat, Rabb ku tersayang mengizinkanku untuk berkembang dan menjulang tinggi menembus langit, mencapai satu titik terindahku hingga aku benar-benar merasa "Betapa bangganya aku menjadi diriku"
Lantas, apakah saat ini aku belum bangga menjadi aku?
Tidak!, Bukan berarti saat ini aku tak bangga terhadap diriku, atau aku tak pernah mensyukuri apa yang Illahi Rabbi berikan terhadapku, sungguh..bukan itu esensinya.
Aku hanya berfikir, sampai usia kembarku saat ini, belum ada karya yang kuhasilkan untuk kebermanfaatan orang-orang luar biasa disekitarku. Yap, bahkan terkadang sumbangan ide-ide yang keluar dari otak yang begitu complicated ini belum kuberdayakan semaksimal mungkin, Oh Allah...banggakah Engkau mempunyai hamba sepertiku ini?



Kalimat itu bukan pematah semangatku, ia justru menjadikan cambuk dalam hidupku untuk terus belajar dan belajar lagi.
Muhasabah diri
Evaluasi hati
Revisi lagi iman ini
Masih banyak yang harus diperbaiki
Karena mungkin, tanpa kusadari--aku telah jauh keluar dari tujuan utama ku bermuara. Rabbi...tolong ampuniiii...
UntukMu Allah, 
ingin sekali kuhadiahkan ibadahku yang paling sempurna, yang bukan hanya seadanya.
Untukmu Ayah,
betapa ingin kupersembahkan segenap prestasi terbaikku dan melihat seutas senyum kebahagiaan melekat dibibirmu
Untukmu Ibu,
ahh Malaikat hatiku, biarkanlah pipit kecilmu ini terbang--memberikan mentari yang cahayanya kan kusuguhkan untukmu
Untukmu adik,
Betapa aku adalah kakak yang tidak berkontribusi apapun dalam hidupmu, tapi paling tidak aku ingin sekali engkau tau, betapa bangganya aku memilikimu
Untukmu sahabat,
Terimakasih banyak yah untuk semua kebaikan dan keindahan hari-hariku ini, atas kejutan-kejutan kecil itu, atas doa-doa tersembunyi itu, semoga penghuni langit mendengarkan lafas baik itu serta mengamini apa-apa yang kalian panjatkan..
i always love u guys :)

22 yang indah
22 yang penuh warna
22 yang senantiasa ku syukuri disetiap helai nikmatnya
22 yang dengannya aku harus tumbuh menjadi wanita dewasa

Sosok muslimah yang selalu mendamba syurga..

kupejamkan mata, 
Allah..
aku ingin setegar ibunda Siti Khadijah
aku ingin secerdas dan segemilang Aisyah bin Abu Bakar
aku ingin mejadi periang dan penuh suka cita seperti Ummu Salamah
aku ingin setawadhu Asma
dan aku ingin terus menjadi sosok yang dicinta dan pandai memendam rasa layaknya Fathimah Azahra
aku ingin seperti mereka Rabb,
izinkan aku mendekap syurga bersama para Syuhada..
bolehkah Rabb?

22,
penuh mimpi
penuhi ibadah lagi
untuk mimpi
untuk Illahi..

Parung Panjang, 3 April 2011
-MF-






1 komentar:

Negeri Seribu Kata mengatakan...

Subhanallah,,, Hmm,,, tinggal nunggu undangannya mbak. hehe,,